Pasalnya sektor jasa perhotelan menjadi salah satu yang terdampak wabah tersebut.
“Covid 19 yang terjadi beberapa waktu lalu, membawa dampak sangat luar biasa bagi okupansi hotel. Kita pun melakukan upaya agar hotel ini bisa tetap berkembang,” terangnya.
Berbagi momentum pun dimanfaatkan agar okupansi hotel tidak semakin terpuruk. Salah satunya yakni digelarnya FORNAS ke VI pada tahun 2021 lalu.
“Momentum kita manfaatkan. Seperti halnya FORNAS ke VI. Dampak kegiatan ini pun luar biasa bagi okupansi hotel. Paling tidak kegiatan ini bisa meminimalisir kerugian akibat pandemi,” bebernya.
Tidak hanya di Palembang, kegiatan di Kabupaten dan Kota di Sumsel pun juga digelar. Seperti Sriwijaya Ranau Gran Fondo di Kabupaten OKU Selatan dan Sriwijaya Dempo Run di Kota Pagaralam.
“Kita ingin upaya tersebut berkesinabungan yang membawa dampak bagi perkembangan perhotelan,” jelasnya.
Dengan terus membaiknya okupansi sektor perhotelan di Sumsel, Herman Deru berharap agar pengusaha perhotelan terus memberikan pelayanan terbaik bagi para pengunjung.
“Kita harus update dengan kebutuhan pengunjung. Hal-hal terkecil pun harus dijaga. Tanggung jawab terhadap nama baik dan terus kedepankan kearifan lokal yang menjadi ciri khas,” ujarnya.












