Sementara itu, Ibu Tiwi, salah satu warga yang ikut mendampingi proses pembangunan, juga menyampaikan harapannya.
“Semoga gapura ini bisa jadi simbol persaudaraan antara mahasiswa KKN dan warga desa. Nanti kalau mahasiswa sudah pulang, kami akan selalu ingat kenangan kerja sama ini.”
Dengan berdirinya gapura bambu tersebut, mahasiswa KKN berharap dapat meninggalkan jejak positif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa, tidak hanya sekadar menyelesaikan program kerja.
Gapura itu kini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat bisa menghasilkan sesuatu yang sederhana, tetapi bermakna besar.*












