Menurutnya, jika Bendungan Tiga Dihaji rampung, produksi gabah kering giling Sumsel berpotensi melampaui lima juta ton per tahun, sehingga memperkuat posisi Sumsel sebagai lumbung pangan nasional.
Menanggapi hal tersebut, Menko Infrastruktur AHY menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat konektivitas dan infrastruktur Sumsel agar memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
AHY menyebut pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat penting untuk menopang sektor ekspor sehingga Sumsel tidak lagi bergantung pada pelabuhan provinsi lain. Ia juga memastikan koordinasi lintas kementerian akan dilakukan secara paralel guna mempercepat realisasi proyek-proyek strategis tersebut.
Dengan sinergi pusat dan daerah yang semakin kuat, diharapkan pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas. (rls)












