Syaikh Ibn ‘Atha’illah juga memberi pemahaman untuk meninggalkan sikap merasa lebih mapan dalam pencarian.
Intropeksi diri juga sebagai sarana evaluasi untuk senantiasa mawasdiri, sehingga tindakan dalam kehidupan akan terkontrol dengan harapan mampu menjalankan aktivtas lebih baik.*










