Kata Mantan Dirut RSUD ini, informasi dihimpunnya setidaknya pengujian sampel tersebut membutuhkan waktu sekitar satu minggu. “Info kita dapat, seminggu lagi sudah bisa kita ketahui hasilnya. Apakah, sebenarnya penyebab keracunan massal, menyebabkan ratusan SIT habis mengkonsumsi makanan di sediakan sekolah mengalami mual dan muntah hingga pusing. Dan, akhirnya dirawat di sejumlah RS di Kota Nanas ini,” bebernya.
Lanjutnya, jika sudah keluar hasilnya. Nantinya, akunya akan diinformasikan lebih lanjut. “Data terakhir, tinggal 4 orang lagi menjalani perawatan. Yaitu; 3 di RS Pertamina dan 1 di RS AR Bunda,” tutupnya. (rin)












