UNTUK memudahkan pemahaman tentang pengertian parafrase, tentunya harus mengetahui arti dan istilah tersebut. Berikut ini penjelasannya.
Pengertian Parafrase
Menurut Kamus Besar Bahasa indonesia (KBBI), parafrase adalah pengungkapan kembali suatu tuturan tanpa mengubah pengertian atau maknanya. Proses parafrase akan membuat penulis lebih memahami makna teks aslinya.
Dikutip dari e-book Pedoman dan Strategi Menulis Buku Ajar dan Referensi Bagi Dosen oleh Cakti Indra Gunawan, parafrase merupakan perujukan yang dilakukan dengan mengambil gagasan utama dari suatu sumber, dengan struktur kalimatnya berbeda namun isinya tetap diharuskan menyebutkan sumber rujukan.
Dijelaskan juga dalam buku Mastering Academic Writing karya Susari Nugraheni, parafrase artinya menuliskan gagasan dari pendapat orang lain menggunakan kalimat baru, dengan cara yang legal.
Di mana, parafrase dilakukan untuk mengontrol penulis supaya tidak terlalu banyak mengutip. Biasanya, parafrase juga bisa lebih pendek daripada sumber aslinya.
Jadi singkatnya, parafrase adalah menguraikan kembali suatu teks rujukan dengan bahasa sendiri tanpa mengubah artinya. Dalam urgensinya, parafrase digunakan lebih baik daripada sekedar hanya mengutip suatu informasi.
Sehingga, membantu penulis agar terhindar dari plagiarisme. Pasalnya, kesalahan dalam memparafrase akan berdampak pada plagiarisme.
Ciri Parafrase
Mengutip modul Bahasa Indonesia Tataran Semenjama Kelas X oleh Ahmad Iskak, S,Pd., M.Pd., dan Dra. Yustinah, M.Pd., yang termasuk ciri parafrasa adalah sebagai berikut:
Bentuk tuturan berbeda
Substansi tidak berubah
Mengandung makna tuturan sama
Bahasa ataupun cara menyampaikannya berbeda.
Jenis Parafrase
Menurut jenisnya, parafrase terbagi menjadi 2 kelompok yakni bebas dan terikat. Berikut penjelasan keduanya.
1. Parafrase Bebas
Parafrase bebas adalah jenis parafrase yang membebaskan penulis untuk menggunakan kata-kata lain. Hal ini boleh dilakukan sepanjang tetap memperhatikan ini dan makna dari teks aslinya.


