PUPR bahkan telah memulai pembangunan jembatan sepanjang 1 kilometer sebagai bagian dari penguatan konektivitas.
Dinas PUBMTR Provinsi Sumsel sendiri telah menyelesaikan readiness criteria, termasuk FS 2023, DED 2023, dan Amdal 2024.
Dua ruas jalan disiapkan untuk mendukung konektivitas kawasan, yaitu ruas Simpang Tanjung Api-Api–Sungsang sepanjang 3,6 km dan ruas Sungsang–Mozaik 6 sepanjang 5,5 km.
Pekerjaan fisik ruas Simpang Tanjung Api-Api–Sungsang dimulai November 2025 melalui skema Inpres Jalan Daerah dengan anggaran Rp 33,29 miliar. Ruas ini akan dilapisi dengan perkerasan AC-WC, AC-BC, galian struktur, serta mortar busa berdaya dukung tinggi untuk memastikan ketahanan jalan dalam jangka panjang.
Gubernur Deru menegaskan bahwa pembangunan akses jalan ini memiliki tiga sasaran besar, yaitu menunjang aktivitas TPI Sungsang, mendukung pembangunan pabrik bioavtur berbasis kelapa, serta mempercepat kesiapan Pelabuhan Tanjung Carat. “Ini bukan hanya jalan. Ini adalah pengungkit ekonomi,” tegasnya.
Proyek ini diharapkan memperlancar distribusi logistik, mempermudah akses transportasi masyarakat pesisir, serta membuka ruang investasi baru di kawasan utara Sumsel.
Infrastruktur yang semakin memadai diyakini akan menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi Sumsel.












