Menurutnya, di usia kemerdekaan yang ke-80, bangsa Indonesia harus tetap berjuang dengan semangat baru. “Jika dulu perjuangan dengan senjata, sekarang perjuangan kita adalah berkarya, berinovasi, dan menjaga jati diri bangsa,” tambahnya.
Deru juga menegaskan bahwa HUT RI tidak boleh dimaknai sebatas kemeriahan atau seremoni. Momentum ini, katanya, harus menjadi pemacu masyarakat Sumsel untuk lebih bersemangat membangun daerah dan bangsa.
Selepas upacara, Gubernur bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang, Forkopimda, dan pejabat lainnya mengikuti siaran virtual upacara detik-detik proklamasi dari Istana Negara melalui layar besar di Joglo Griya Agung.
Hadir pula sejumlah pejabat penting seperti anggota DPD RI dr. Ratu Tenny Leriva Herman Deru, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi, serta Kajati Sumsel Dr. Yulianto.
Sosok Ketua TP PKK Sumsel, Hj. Feby Deru, turut menyita perhatian dengan busana adat “Tandang” khas Musi Banyuasin. Busana itu dilengkapi tudung kepala, melambangkan keanggunan dan kekuatan perempuan Muba.
Selain Feby, seluruh kepala OPD perempuan dan istri pejabat tampil memukau dengan aneka pakaian adat khas Sumsel. Warna-warni pakaian itu menjadi bukti bahwa kekayaan budaya daerah masih dijunjung tinggi.












