EKONOMIHEADLINE

Harga Cabai Meroket, Pedagang Kurangi Stok, Ibu Rumah Tangga ‘Mumet’

×

Harga Cabai Meroket, Pedagang Kurangi Stok, Ibu Rumah Tangga ‘Mumet’

Sebarkan artikel ini
Hingga kini harga cabai dipasaran masih mahal, kondisi ini diduga akibat musim kemarau panjang hingga berimbas pada produksi yang menurun. Foto: Dela/IP08
Hingga kini harga cabai dipasaran masih mahal, kondisi ini diduga akibat musim kemarau panjang hingga berimbas pada produksi yang menurun. Foto: Dela

BELITANG II, IDEPUBLIK.COM – Meski mulai memasuki musim penghujan, ternyata tak berpengaruh pada harga cabai di pasaran.

Hingga pekan ini saja, harga cabai di sejumlah pasar di Kabupaten OKU Timur masih mahal.

Tak pelak, kondisi ini membuat ibu rumah tangga terpaksa mengencangkan ikat pinggang untuk mengatur uang belanja.

Pengamatan di lapangan, harga cabai di Pasar Desa Sumber Jaya masih tinggi yakni Rp70 ribu/kg dari Rp23 ribu/kg.

Naiknya harga cabai ini diduga disebabkan dampak musim kemarau, hingga berimbas pada produksi cabai di tingkat petani yang menurun.

“Sebenarnya masalah mahalnya harga cabai ini tidak hanya dikeluhkan konsumen, tapi kami selaku pedagang juga dibuat repot. Sebab, berkaitan dengan modal dikeluarkan,” kata pedagang cabai Sumiyati.

Dirinya berharap harga cabai ini kembali normal. “Ya, kalau harga normal kan’ sama-sama senang toh? pedagang untung pembeli senang,” ucap Wanita yang akrab disapa Bu Sum ini.

Sumiyati menambahkan, sejak harga melambung, dirinya membatasi stok cabai yang akan dijualnya.