EKONOMI

Lewat Songket Behembang Lingge, Yenny Puspitasari Merangkai Tradisi dan Menggerakkan Ekonomi

×

Lewat Songket Behembang Lingge, Yenny Puspitasari Merangkai Tradisi dan Menggerakkan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Lewat Songket Behembang Lingge, Yenny Puspitasari Merangkai Tradisi dan Menggerakkan Ekonomi
Lewat Songket Behembang Lingge, Yenny Puspitasari Merangkai Tradisi dan Menggerakkan Ekonomi. Foto: ist/smsi sumsel/PT BA

Inovasi ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai jual. Jika songket dengan pewarna sintetis dijual seharga Rp3 juta, songket premium dengan pewarna alami bisa mencapai Rp5 juta per setel.

Peningkatan nilai ini juga turut menambah pendapatan para pengrajin.

Dukungan Penuh untuk Pengembangan Usaha

Untuk memperluas pasar, SIBA Songket telah menjalin kerja sama dengan PaDi UMKM (Pasar Digital). PTBA juga memfasilitasi keikutsertaan mereka dalam pameran lokal dan nasional, seperti Bazar UMKM untuk Indonesia di Jakarta dan Pameran Bangga Buatan Indonesia di Palu.

PTBA juga memberikan berbagai pelatihan, mulai dari manajemen keuangan, digital marketing, hingga teknik menenun dan pewarnaan alami.

Selain itu, PTBA membantu pengurusan Hak Cipta motif untuk SIBA Songket. Pembinaan yang konsisten ini mengantarkan SIBA Songket meraih penghargaan dalam Bina Mitra UMKM Award 2024.

Kini, Songket Behembang Lingge bukan hanya selembar kain, tetapi simbol perjuangan ibu-ibu desa dalam merangkai sejarah, meningkatkan ekonomi, dan melestarikan warisan budaya.

Yenny Puspitasari percaya, dengan dukungan yang terus berlanjut, songket dari Desa Lingga ini akan terus berkibar dari Muara Enim hingga ke kancah yang lebih luas.*