Mereka (nenek moyang,red) memasak di dalam gua setelah beraktivitas di luar. “Dalam gua ini juga ada makam. Artinya, gua ini sudah lama dihuni pada masa itu,” terang Jumadi.
Masyarakat berharap kehadiran gua ini memberi daya tarik tersendiri, khsusunya dalam bidang pariwisata. Banyak cerita dan hal-hal menarik yang ada dalam gua tersebut.
Gua Kelelawar di Tompobulu, Maros ini merupakan salah satu yang patut untuk disinggahi.
Pengunjung selain di suguhi pemandangan mulut gua yang khas, jalur menuju dalam gua pun lumayan menantang.
Seperti yang dirasakan mahasiswa Kelompok KKN Kebangsaan Ke-XIII Tahun 2025. Setibanya di Kawasan gua, rasa penasaran pun terobati.
“Bagus ya…” ucap mahasiswa.
Dengan bantuan pemandu lokal yang memahami seluk-beluk gua dan sejarahnya, pengunjung dapat menyusuri lorong-lorong sempit dan ruangan-ruangan luas di dalamnya.
Terdengan riuh rendah suara kelelawar menjadi soundtrack alami, sementara aroma khas guano (kotoran kelelawar) tercium menyeruap di udara gua.
Setelah melihat suasana di dalam gua, mahasiswa memahami begitu luar biasanya kehidupan nenek moyang kala itu.
“Ini bukan hanya tentang keindahan gua, tapi juga tentang memahami bagaimana sulitnya hidup nenek moyang kita dulu,” ujar Jenita salah satu anggota KKN Kebangsaan Ke-XIII.







