Ia pun menceritakan pengalaman pribadinya sehingga muncul ide untuk menekuni bisnis jamur merang. “Awalnya saat itu saya nonton YouTube, nah, dari menonton tersebut lantas munculah ide untuk budidaya jamur merang ini,” terangnya.
Tanpa menunggu lama, ia Bersama warga lainnya membentuk kelompok dan bekerja sama untuk berbisnis jamur. Karena usaha ini muncul spontanitasyang terinspirasi dari YouTube, maka dapat dipastikan sangat minim pengetahuan.
Untuk itu, iapun tak berhenti belajar dan mencari tahu tentang budidaya jamur merang tersebut. Sebenarnya kata dia, kendalanya bukan hanya pengetahuan semata namun juga seperti modal dan bahan baku.
“Jadi kelompok kami membagi rata biaya atau modal untuk membuka bisnis ini dan mencoba bekerja sama dengan perusahaan sawit sehingga kami memperoleh bahan baku utama untuk budidaya jamur merang ini. Dan seperti itulah awal bagaimana usaha kami dimulai dan berhasil berjalan kurang lebih 4 bulan ini dan hasilnya nya pun tergolong berhasil dan lumayan,” terang Albakdadi.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa tidak hanya fokus pada aspek produksi dan teknis saja, mereka juga memperhatikan aspek pemasaran produk. Dalam hal ini, mereka melakukan strategi pemasaran melalui media sosial untuk memperkenalkan produk jamur sawit yang dihasilkan oleh para petani setempat.
Upaya dari para mahasiswa tersebut berhasil memulihkan produksi jamur sawit di daerah Belitang. Dalam wawancaranya, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini menyatakan bahwa mereka tidak hanya belajar tentang wirausaha, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab sosial sebagai mahasiswa. Mereka merasa bahwa sebagai mahasiswa, mereka harus berkontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya.
Dalam kesimpulannya, upaya dari para mahasiswa Universitas Nurul Huda yang membantu memulihkan produksi jamur sawit di daerah Belitang merupakan contoh nyata dari pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Selain itu, inisiatif seperti ini juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berkontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya.
Dengan terus berkembangnya dukungan dari berbagai pihak dan semangat kreativitas yang terus mengalir, pelaku bisnis skala kecil di desa Sumber Mulyo memiliki potensi besar untuk terus menjadi pionir dalam pembangunan ekonomi lokal.
Observasi mahasiswa Nurul Huda bukan hanya sebuah tugas akademis, tetapi juga merupakan langkah nyata untuk memperkuat konektivitas antara dunia pendidikan dan bisnis, menciptakan jembatan yang menghubungkan teori dengan praktik di dunia nyata.
Dalam perjalanan observasi yang memikat, mahasiswa Nurul Huda tidak hanya menjadi pengamat bisnis, tetapi juga penelusur kisah inspiratif di balik usaha UMKM di BK 3 desa Sumber Mulyo Melalui interaksi langsung dengan pemilik usaha, mereka menyaksikan bukan hanya sekadar bisnis, melainkan kisah hidup, keberanian, dan daya juang yang menjadi bahan bakar kesuksesan UMKM.












