“Sewaktu saya SMA, saya sering nongkrong disalah satu tempat di Tanjung Karang, disitu teman-teman yang hobi road race melihat bakat saya dan mengajak berbagung ke IMI” tuturnya.
“Untuk menjadi seorang pembalap tentu harus memilili SIM, hingga saya memutuskan untuk pulang ke Belitang meminta izin kepada ibu untuk menjadi pembalap, jadi salah satu cita-cita saya untuk menjadi pembalap, namun ibu saya tidak setuju” lanjutnya.
Bupati berpesan kepada seluruh pembalap untuk mengajak teman-teman yang memiliki hobi balap agar lebih terarah, dan ia berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini memiliki dampak positif untuk peserta dan masyarakat.
“Alhamdulillah dengan terselenggaranya kegiatan ini saya harapkan dampak positif terhadap masyarakat maupun para atlit” tutupnya.












