“Dari sisi lapangan usaha pertumbuhan ekonomi Sumsel ditopang oleh kinerja sektor pertambangan, sedangkan dari sisi pengeluaran ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi,” ucap Fatoni.
Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi tumbuh dengan positif, di antaranya tingkat kemiskinan Sumsel pada bulan Maret 2023 turun menjadi 11,78 persen dan telah mencapai target 2023 pada kisaran 11,59-12,66 persen. Selain itu,ingkat kemiskinan ekstrem Sumsel pada bulan Maret 2023 menurun menjadi 1,29 persen atau turun 1,89 persen dari September 2022 sebesar 3,19 persen.
“Inflasi Sumsel sampai bulan November 2023 sebesar 3,52 persen, hingga akhir 2023 akan tetap terjaga pada kisaran 2 hingga 4 persen,” kata Fatoni.
Terkait stunting, Fatoni menyebut prevalensi balita stunting Sumsel pada tahun 2023 menurun signifikan menjadi 18,6 persen dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 24,80 persen. Prestasi tersebut juga diikuti dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) Program Jaminan Kesehatan Sumsel telah mencapai 8.550.306 jiwa atau sebesar 97,70 persen pada Desember 2023.
“Capaian lainnya yang tidak kalah penting adalah kondisi jalan mantap Sumsel hingga akhir tahun 2023 mencapai 88,15 persen atau 1.568,43 kilometer,” ucapnya.












