“Melalui diskusi dan kolaborasi di sini, kami bisa membawa pulang banyak inspirasi untuk memperkuat strategi pengembangan kerajinan di Sumsel,” tambahnya.
Selain digitalisasi, Feby menekankan perlunya inovasi dalam desain produk. Ia mendorong perajin untuk tetap menjaga nilai budaya lokal, tetapi dikemas dengan sentuhan modern agar relevan dengan pasar global.
“Inovasi harus sejalan dengan identitas budaya. Dengan cara ini, kerajinan kita tidak hanya unik, tetapi juga diminati konsumen mancanegara,” jelasnya.
Feby berharap Rakernas 2025 mampu melahirkan kebijakan konkret yang dapat mempercepat pertumbuhan UMKM kerajinan. Ia optimistis dengan sinergi pusat dan daerah, produk kerajinan Indonesia akan semakin mendunia.
“Sumsel siap berkontribusi aktif, mendampingi perajin agar inovatif sekaligus adaptif terhadap era digital. Dengan begitu, kita bisa menjadikan kerajinan lokal sebagai kebanggaan nasional,” tandasnya.*








