“Sudah ada 2,1 juta produk di E-Catalog. Namun, target dari pak Presiden Joko Widodo sebesar 30 juta. Sebab itulah, hal ini terus kita geber dan intensifkan sehingga pada akhir 2023 mendatang dapat tercapai,” terangnya.
Diketahui, kegiatan BKSS bukan hanya sebagai sarana bagi UMKM untuk menjual produk dan meningkatkan omset penjualan. Akan tetapi, sejumlah kegiatan lain juga dirangkum didalam BKSS.
“Kegiatan ini bukan hanya soal penjualan, namun pembinaan, pendampingan, hingga soal permodalan juga dilakukan agar kepiawaian para pelaku UMKM dalam pemasaran produknya semakin meningkat dan siap bersaing,” tuturnya.
Terlebih, UMKM merupakan penopang utama dalam pertumbuhan ekonomi di tanah air.
“Saat inj, ekonomi kita di angka 5,7 persen. Dan UMKM sendiri memiliki andil besar dalam capaian pertumbuhan ekonomi tersebut,” bebernya.
Untuk itu, dia berharap semua pihak dapat terlibat sehingga upaya untuk terus mendongkrak pertumbuhan ekonomi ini dapat berjalan baik.
“Ini (BKSS) merupakan bentuk kolaborasi Kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah dalam mendongkrak ekonomi masyarakat, khususnya UMKM. Mudah-mudahan melalui program ini, masyarakat dapat semakin sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya mengapresiasi Kemenprarekraf yang saat ini menunjuk dan menetapkan Sumsel sebagai tempat kegiatan Beli Kreatif Produk lokal.












