“Dalam berkomunikasi harus tetap mengedepankan rasa, yang hal itu akan berpengaruh pada kepekaan sosial,” ucapnya.
Jika komunikasi tetap menjaga bahasa tutur yang baik dan menjunjung nilai-nilai serta norma-norma sosial masyarakat, maka komunikasi yang dihasilkan pun akan membawa ketenangan dan kesejukan batin.
Dampaknya dalam lingkungan sosial akan terjalin keharmoniasan dalam masyarakat. Jangan sampai, modernisasi ini menghilangkan kepekaan sosial antar sesama.
Karena tambah Saipul, tidak menutup kemungkinan jika kondisi ini diabaikan, maka akan hilang perasaan empati, parahnya komunikasi yang terjadi hanya sebatas hubungan kebutuhan dan kepentingan semata saja, nilai kekerabatan menjadi hilang. Nah, hal ini jangan sampai terjadi.
“Karena apa? Ya itu tadi. Lebih melihat produk sebagai tujuan daripada proses. Ketergantungan yang tinggi terhadap teknologi, hingga berdampak pada hilangnya jati diri,” pungkas Saipul.*






