“Apa yang menjadi tradisi kita tetap kita lestarikan di tengah tantangan yang ada dan bermacam polanya. Urang Sunda saya yakin dapat menguatkan antara nilai kebudayaan tradisi dengan nilai-nilai kemajuan,” pungkas Fajar yang pernah menahkodai MAARIF Institute for Culture and Humanity.
Bupati Kuningan dan Dirjen Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan juga turut hadir pada agenda Seren Taun kali ini.
Tanah Cigugur, kata Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, merupakan tanah leluhur kebudayaan Sunda yang memantulkan cahaya cinta kasih, cinta kebersamaan. Cigugur, lanjutnya, adalah cermin kecil keragaman Indonesia.
“Seren Taun bukan hanya upacara adat merayakan panen, tapi simpul kesadaran sosial. Hidup harus harmonis selaras dengan alam dan tradisi Seren Taun dapat menjadi jangkar kebudayaan kita,” tutupnya. (Prely)












