“Anak-anak harus tahu betapa bahayanya judi online, pinjaman online, dan narkoba. Ini bukan sekadar ancaman, tetapi sudah jadi penyakit sosial yang merusak masa depan,” ujar Tri Suswati.
Ia juga menegaskan bahwa TP PKK Pusat bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memaksimalkan edukasi melalui program berbasis MoU.
Sementara itu, Feby Deru menyampaikan apresiasi atas kepercayaan TP PKK Pusat kepada Sumsel sebagai lokasi sosialisasi.
Ia menyoroti bahwa maraknya judi online, terutama di kalangan remaja, menjadi fokus perhatian khusus TP PKK Provinsi Sumsel, terutama melalui Pokja I.
“Fenomena ini sangat meresahkan. Oleh karena itu, kami terus lakukan penyuluhan di sekolah-sekolah dan memperluas akses informasi melalui webinar seperti ‘Tepak Songket’,” ungkap Febrita.
Ia juga menyebutkan pentingnya pembekalan kader PKK secara digital dan tatap muka.












