Oleh: Marlina, M.Pd.I (Dosen Prodi PAI Fakultas Agamaa Islam Universitas Nurul Huda)
UNIVERSITAS Nurul Huda sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah memiliki komitmen kuat dalam membentuk karakter dosen yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas dalam nilai keagamaan dan kebangsaan.
Dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—dosen Universitas Nurul Huda mengemban karakteristik khas yang membedakannya dari kelompok lain, yaitu berlandaskan prinsip-prinsip inti Aswaja NU: tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal.
🧭 1. Tawassuth (Moderasi dalam Berpikir dan Bertindak)
Dosen Universitas Nurul Huda senantiasa mengambil jalan tengah dalam menyikapi persoalan keilmuan dan sosial.
Dalam proses pembelajaran, mereka tidak terjebak pada ekstremisme—baik liberal maupun radikal—melainkan menyampaikan ilmu dengan pendekatan yang inklusif dan berimbang.
Moderasi ini tercermin dalam metode pengajaran yang mengedepankan dialog, refleksi, dan penghargaan terhadap keberagaman pemikiran.












