OPINI

Ironi Kesenjangan Pendidikan di Indonesia

×

Ironi Kesenjangan Pendidikan di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Nayshilla Zahra
Nayshilla Zahra

Oleh: Nayshilla Zahra

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris

PENDIDIKAN merupakan hak prioritas bagi semua kalangan mewujudkan kecakapan hidup yang diinginkan. Akan tetapi, ketika kita melihat kondisi di lapangan, kenyataannya tidak semudah itu.

Akses dan kesempatan belajar yang seharusnya didapat secara adil dan setara, nyatanya masih jauh dari kenyataan. Dan kesenjangan ini masih terasa di banyak wilayah Indonesia.

Permasalahan yang ada memunculkan pertanyaan dari keresahan saya, mengapa pendidikan antara kota dan desa sangat terlihat timpang perbandingannya?

Di kota besar, pendidikan berjalan dengan fasilitas yang lengkap. Beberapa sekolahnya bis akita temui seperti kelas modern yang dilengkapi dengan proyektor, akses internet dan informasi cepat dan mudah, perpustakaan dengan buku yang serba memadai hingga lingkungan belajar yang membuat nyaman.

Namun, begitu kita menengok ke daerah terpencil, keadaannya berubah drastis. Banyak sekolah kekurangan fasilitas dasar, seperti ruang kelas yang layak, buku pelajaran, hingga akses internet.

Akomodasi perjalanan menuju sekolah di beberapa daerah juga masih ditemukan banyak kesulitan.

lagi, sumberdaya dan potensi yang dimiliki untuk dapat disebarkan di sekolah masih minim dan serba kekurangan juga menjadi salah satu persoalan yang amat krusial. Sehingga, sulit rasanya untuk merasa setara antara sekolah satu dengan lainnya.

Salah satu kisah yang membuat saya tercengang datang dari Kabupaten Sikka, NTT. Seorang guru honorer bercerita bagaimana ia berjalan kaki lebih dari satu jam setiap hari untuk mengajar.

Murid-muridnya pun datang ke sekolah dalam keadaan lelah karena jarak rumah mereka jauh dan akses mobilisasi terbatas.