PALEMBANG, IDEPUBLIK.COM – Pemerintah terus mendorong percepatan operasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Palembang. Hingga awal Mei 2026, progres pembangunannya telah menembus angka 83 persen.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, meninjau lokasi PSEL di PT Indo Green Power, Jumat (1/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan mengapresiasi pembangunan PSEL yang menjadi yang pertama di Kota Palembang dan termasuk pionir di Indonesia. Ia menegaskan, proyek ini segera memasuki tahap operasional.
“Kita melihat PSEL pertama di Kota Palembang ini menggunakan teknologi insinerator, yakni mesin pembakaran sampah bersuhu tinggi yang dirancang agar tidak menimbulkan bau, racun, maupun dampak buruk bagi lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil pengolahan sampah akan dikonversi menjadi energi listrik dan disalurkan melalui kerja sama dengan PLN.
Lebih lanjut, Zulkifli menyebut percepatan proyek ini didukung oleh kebijakan nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang menggantikan aturan sebelumnya. Kebijakan ini bertujuan menyederhanakan regulasi sekaligus mempercepat pengolahan sampah menjadi energi terbarukan seperti listrik, biogas, maupun biofuel.
Dalam skema pengelolaannya, pemerintah menggandeng pihak swasta sebagai pengembang, sementara pemerintah daerah bertanggung jawab menyuplai sampah dengan tarif tertentu. Adapun pembangunan jaringan transmisi listrik akan ditangani oleh PLN.
“Kita targetkan dalam enam bulan ke depan seluruh persyaratan selesai. Tahun 2027, daerah yang mengalami darurat sampah bisa kita tuntaskan,” tegasnya.
Untuk daerah dengan volume sampah di bawah 1.000 ton per hari, pemerintah akan menyesuaikan teknologi pengolahan melalui kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Sementara itu, Herman Deru menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendukung percepatan operasional PSEL sebagai solusi konkret penanganan sampah sekaligus sumber energi baru terbarukan.
“Kami berharap fasilitas ini memberikan manfaat besar, baik bagi masyarakat maupun kelestarian lingkungan,” tutupnya. (asa/rls)












