Assesmen kognitif ini dirancang untuk mengukur berbagai aspek dalam pembelajaran Iqro’, Juz Amma, dan Al-Qur’an, termasuk penguasaan tajwid, kemampuan membaca, serta pemahaman makna dari ayat-ayat yang dibaca.
Dengan metode ini, TPA Tsalis Baiturahman berharap dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kemajuan dan kebutuhan setiap siswa, sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan secara individu.
“Kami melihat pentingnya pendekatan yang lebih ilmiah dalam menilai kemampuan mengaji siswa. Assesmen kognitif ini memungkinkan kami untuk tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga proses belajar yang dilalui oleh setiap anak,” ujar ustadzah Kiki, salah satu pengajar di TPA Tsalis Baiturahman.












