“Saya aktif di Pemilu sejak ada DPD-RI karena membantu Dra. Hj. Eni Khairani, M.Sc. Beliau sudah empat periode bertugas dan sepertinya akan diakhiri karena suaminya, Pak Sus, kini jadi Rektor UMB. Beliau berdua ini termasuk mentor utamaku. Hamdalah, bantuan Pak Sus untuk langkahku ke DPRD OKU Timur ini sudah sampai kemaren. Berupa 20 baliho dan 5000 kartu nama,” ungkap penggagas Yayasan Khairani Bengkulu (YKB) ini.
Setelah menikah pada tahun 2007, Dedy kembali ke NH. Karena itulah ia kemudian aktif di PKNU, lalu PKB, dan kemudian PPP. Sebab, NH merupakan kontak elit OKU Timur dan OKU Timur poros gerakan NU Sumsel yang irisan politiknya juga terkait dengan ketiga partai di atas.
Artinya, langkah politik Dedy selama ini identik dengan gerak elit NH yang notabene elit NU Sumsel baik kultural maupun struktural. Jelasnya, aktifitas politik yang ditekuni Dosen Universitas Nurul Huda pencetus Pusat Kajian Komering ini langsung atau tidaknya tentu saja berdasarkan arahan Kiai Affandi.
Seperti ungkapnya saat menjadi Sekretaris PKNU Buay Madang karena Abah Affandi Dewan Syuro PKNU OKUT. Jadi Ketua PKB Buay Madang karena dipercaya H. Imam Rodin yang Ketua Cabangnya. H. Rodin sebelumnya Ketua PCNU OKUT dimana Abah Affandi sebagai Rois Syuriyahnya. Hingga jadi Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Dakwah dan Pesantren PPP OKUT karena perintah langsung Abah Affandi.
“Saat Pemilu 2019 itu, awalnya saya mau terus di PKB tidak diberi ruang oleh pengurusnya baik di OKUT maupun Sumsel. Tawaran malah jadi Caleg PKB Provinsi Bengkulu karena Ketuanya senior PMII. Saat itulah Abah ke rumah perintahkan agar Saya ke DPRD OKUT lewat PPP. Meskipun waktu sudah mepet, Saya berangkat. Alhamdulillah dapat suara 300-an,” tegas alumni MANH dan STKIP NH ini.
Jika tidak ada halangan, Pemilu 2024 ini adalah kali ketiga bagi Magister UIN Raden Fatah ini terdaftar sebagai Calon Anggota DPRD. Meski begitu, baru kali inilah dirinya memiliki ruang dan peluang yang mantap untuk berjuang di parlemen. Sebab dirinya mendapatkan dukungan penuh baik dari internal NH maupun PPP.
“Sejak awal Abah sudah beri restu untuk Saya bertugas di DPRD OKUT ini. Partai pun juga telah memberikan Saya posisi nomor urut 1 di Dapil OKUT 5 yang meliputi Buay Madang, Buay Madang Timur dan Buay Pemuka Bangsa Raja. Selama tidak ada perubahan restu dari NH maupun PPP, lahir batin Saya siap menceburkan diri di Komering. Apapun dan bagaimanapun. Semoga Allah restui,” tegas Wakil Ketua Yayasan PPNH Sukaraja ini.












