Prioritas pembangunan OKU Timur, bagi Dedy, adalah pengembangan sumberdaya masyarakat di Kawasan Pesisir Sungai Komering. Utamanya melalui pendidikan dasar agama. Mayoritas mereka beragama Islam. Karenanya, pembangunan dan pengembangan Taman Pendidikan al-Quran (TPQ) Desa Pesisir Komering berbasis masjid dan musholla setempat menjadi fokusnya.
Mulai dari Sukaraja Tuha hingga Muncak Kabau. Setidaknya 3 sampai 5 TPQ yang akan dibangun. Tentu dengan sinergi dan kolaborasi banyak pihak terutama perangkat masjid dan desanya. Mereka ini akan menjaring generasi muda lulusan SMA sederajat untuk dididik menjadi Guru al-Quran. Terus jaringan pesantren di seluruh penjuru Dapil OKUT 5 yang akan mendidik para Calon Guru al-Quran dimaksud.
Jaringan pesantren itu, menurut Dedy, akan dibina melalui pengadaan Beasiswa Calon Guru al-Quran di Unuha. Selain untuk biaya studi di Unuha, akan diadakan juga biaya studi dan biaya hidup para peserta program Beasiswa di jaringan pesantren dimaksud.
“Program tidak muluk-muluk. Calon Peserta dikuliahkan di Nurul Huda tapi tidak harus mondok di Nurul Huda. Mungkin sekali mondok di jaringan pesantren yang banyak tersebar di Dapil OKUT 5 ini. Dapil Kita ini selain lumbung berasnya, kan juga lumbung pesantrennya OKUT,” jelas salah satu penggagas program beasiswa kerjasama NH, LEMKA dan Pemkab OKU Timur ini.
Dedy berkeyakinan bahwa dengan skema di atas kerukunan warga masyarakat di Dapil 5, khususnya, dan OKU Timur, umumnya, akan lebih terjamin. Sebab, masyarakat Komering sebagai fokus pembangunan dan jaringan pesantren berbasis komunitas Jawa sebagai ekosistemnya.
“Jadi, bagaimana kita membangun Komering lewat pesantren. Begitu saja sederhananya. Sebab, kalau itu terlaksana, kan jadi tanda kerukunan warga Kita. Lah, kalau sudah rukun, kan, akan sejahtera. Makanya Kita ajak bersatu bangun Komering itu. Mudah-mudahan Allah restu,” pungkas Dedy.*












