Kata dia, tidak mungkin mau nilai tinggi. Tetapi, tidak mau belajar. Ia saja, kata dia, jauh-jauh dari Ogan Ilir atau OI merantau ke Jambi guna melanjutkan sekolah dahulu, mewujudkan cita-cita.
“Saya dulu SMA, sekolah sambil ngenek mobil di Jambi. Pagi sekolah, pulang sekolah ngenek angkot. Bangga kerja, punya hasil sendiri,” bebernya.
Wantinya, belajar rajim dan tekun kalau tidak mau hidup susah dan miskin.
“Belajar, sebelum menyesal. Dan, tidak punya kesempatan guna memperbaiki diri. Hal itu juga, saya tanamankan kepada dua anak saya Rissa dan Maya kini menjadi dokter. Dan, si bungsu menempu pendidikan di Belanda, usai mengenyam pendidikan di ITB selama 2 tahun,” tukasnya.












