Program ini, kata dia, tidak hanya membangun kedisiplinan, tetapi juga memperkuat rasa nasionalisme di kalangan pelajar.
Lebih jauh, Sekda menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus dihidupkan dalam keseharian siswa. “Jika sejak dini mereka diajarkan tentang gotong royong, toleransi, dan kejujuran, maka kelak mereka akan menjadi warga negara yang tangguh,” ujarnya.
Menurut Edward, tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi menuntut sistem pendidikan yang tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan moral dan sosial.
Karena itu, Pemprov Sumsel berkomitmen memperkuat sinergi dengan BPIP.
Sementara Irene Camelyn Sinaga menjelaskan, BPIP telah menyiapkan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila yang disusun bersama Pusat Perbukuan Kemendikbud Ristek.
Buku ini dirancang agar nilai-nilai Pancasila dapat diajarkan dengan pendekatan kontekstual di sekolah.












