“Buku ini bisa diakses secara digital melalui platform SIPLA. Guru dan siswa tidak perlu menunggu buku cetak karena versi digitalnya sudah tersedia,” jelas Irene.
Ia mengingatkan bahwa pengaruh media digital dan tontonan tidak sesuai usia menjadi tantangan baru dalam pembentukan karakter anak. Karena itu, pendidikan Pancasila di sekolah harus menjadi benteng moral utama.
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Hj. Mondyaboni turut menyampaikan dukungan penuh. Ia memastikan bahwa pihaknya akan membantu distribusi serta sosialisasi buku ke seluruh sekolah di Sumsel agar pemanfaatannya optimal.
“Melalui peran pengawas sekolah, kami ingin memastikan implementasi pendidikan Pancasila berjalan efektif di lapangan,” kata Mondyaboni.
Audiensi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan generasi muda Sumsel tumbuh menjadi insan berkarakter dan berjiwa Pancasila sejati.*












