“Tugas kita hari ini adalah berjuang dan berjuang,” kata kelompok kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan, sambil menambahkan kalau sekarang bukan waktunya untuk gencatan senjata.
Philippe Lazzarini dari badan pengungsi Palestina di PBB (UNRWA), memperingatkan jika “gencatan senjata kemanusiaan yang segera kini menjadi pilihan antara hidup dan mati jutaan orang”. “Masa depan dan masa depan rakyat Palestina dan Israel bergantung pada hal ini,” katanya.
Dalam pengarahan virtual, Philippe mengatakan khawatir akan meluasnya konflik dan mendesak 193 negara anggota PBB “untuk mengubah arah dari krisis saat ini.”
Empat pusat distribusi bantuan PBB dan fasilitas penyimpanan kebutuhan dasar di Gaza tidak dapat berfungsi, ketika orang-orang berbondong-bondong mencari makanan dan air, jelas UNWRA.












