Oleh: DMS. Harby*
DALAM narasi pembangunan ekonomi nasional, pesantren seringkali hanya dipandang sebagai objek bantuan atau pasar potensial. Namun, jika kita membedah anatomi pesantren sebagai pesantrian atau tempat mondok (boarding/muqim), sejatinya kita sedang melihat sebuah “Laboratorium Hidup” yang memiliki variabel lengkap layaknya sebuah negara kecil.
Asrama bukan sekadar tempat beristirahat. Ia adalah jantung strategis dalam mewujudkan Grand Design Pesantren Berdaulat Pangan dan Tangguh Finansial Digital. Tanpa komunitas yang menetap, belajar, dan bertransaksi dalam satu ekosistem, visi besar kemandirian ekonomi seringkali hanya berakhir sebagai retorika di atas kertas.
Demand-Side Anchor: Asrama sebagai Pasar Internal yang Stabil
Masalah utama dalam sektor pertanian dan UMKM adalah ketidakpastian pasar (off-taker). Di dalam pesantren, asrama hadir sebagai solusi. Santri mukim menciptakan permintaan (demand) yang konstan terhadap pangan (beras, sayur, protein) dan jasa (laundry, kantin, data digital).












