4. Ayam Crosing
5. Sayuran ( Terong, Bayam, Kangkung, Genjer, Kacang panjang, Gambas, Cabai dan lain lain )
| Penjualan Hasil produksi |
| Sosialisasi Pada Masyarakat Petani pada Umumnya KEUNIKAN INOVASI |
Keunikan dari Inovasi ini selain baru juga mampu memberikan diversifikasi hasil usaha pada lahan yang terbatas dan memberikan efisiensi pengelolaan karena banyak produk lain yang dapat dimanfaatkan seperti limbah dari kotoran ternak dan juga air kolam ikan yang banyak mengandung unsur hara dan dibutuhkan oleh tanaman sayuran, selain itu karena pengelolaan pada satu tempat kegiatan usaha maka akan memberikan sefisiensi dalam tenaga kerja atau pelaku usahanya.
- CIRI KHAS DARI INOVASI
Ciri khas dari inovasi ini adalah kolaborasi produksi berbagai macam hasil perikan, peternakan dan perkebunan dalam satu hamparan lahan yang terbatas dan dapat memberikan hasil yang optimal.Model pengelolaan lahan yang seperti ini masih sangat jarang dilakukan oleh para petani kita.
- APLIKASI DAN HASILNYA
Aplikasi dalam pelaksanaan kegiatan atau karya ilmiah dalam bidang pertanian ini sudah dilakukan dan dirintis oleh penulis selama dua tahun dengan berbagai percobaan secara bertahap. Dari beberapa hasil percobaan saat ini sudah dapat memberikan hasil atau pendapatan yang melebihi ketika lahan tersebut dikelola dengan satu jenis produk saja yaitu padi. Perbandingan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
TABEL I
DIVERSIFIKASI PRODUK DALAM LAHAN 20 M X 100 M
| No | Produk | Panen | Satu Tahun | Jumlah | Harga | Jumlah Penjualan | Rata rata Keuntungan 25 % , Sapi 100 % |
| 1 | Ikan | 4.500 Kg | 2 Kali | 9.000 Kg | Rp 18.000 | Rp 162.000.000 | Rp 40.500.000 |
| 2 | Bebek | 200 Ekor | 3 Kali | 600 Ekor | Rp 40.000 | Rp 24.000.000 | Rp 6.000.000 |
| 3 | Ayam | 200 Ekor | 3 Kali | 600 Ekor | Rp 45.000 | Rp 27.000.000 | Rp 6.750.000 |
| 4 | Sapi | 2 Ekor | 1 Kali | 2 Ekor | Rp 7.000.000 | Rp 14.000.000 | Rp 14.000.000 |
| 6 | Sayuran (Terong, Kangkung, Genjer, Bayam, Kacang Panjang, Gambas dll) | Tambahan Produk yang tidak dinilai dengan uang | – | ||||
| Jumlah | Rp 66.500.000 | ||||||
TABEL II
SATU PRODUK DALAM LAHAN 20 M X 100 M
| No | Produk | Panen | Satu Tahun | Jumlah | Harga | Jumlah Penjualan | Rata rata Keuntungan 70 % , |
| 1 | Padi | 1.000 Kg | 2 Kali | 2.000 Kg | Rp 6.000 | Rp 12.000.000 | Rp 8.400.000 |
| Jumlah | Rp 8.400.000 | ||||||
Dilihat perbandingan pada tabel di atas terlihat jelas bahwa pendapatan lahan pertanian yang dikelola dengan diversifikasi produk mampu memberikan pendapatan yang lebih signifikan, dimana dalam seperempat Bau yaitu 20 M x 100 M mampu menghasilkan pendapatan Rp 66.500.000 per tahun atau kalau di rata-rata Rp 5.542.000 per bulan sedangkan apabila hanya ditanami padi saja menghasilkan Rp 8.400.000 atau kalua dirata-rata Rp 700.000 per bulan. Selain itu dengan diversisifikasi produk menghasilkan produk tambahan dari sayuran yang dapat dipergunakan memenuhi kebutuhan rumah tangga.
- PROSPEK INOVASI
Dengan inovasi Optimalisasi Lahan Pertanian Menuju Sumsel Mandiri Pangan ini sangat besar, mengingat kegiatan ini sangat mudah diterapkan sesuai dengan kondisi wilayah dan potensi yang ada, selain dari pada itu dengan pengetrapan inovasi ini mampu memberikan penghasilan yang signifikan bagi petani serta dapat mengkolaborasikan produk-produk pertanian, perternakan, perikanan serta perkebunan sesuai dengan kemampuan dan daya Tarik dari masing-masing petani.
- ANGGARAN YANG DIPERLUKAN UNTUK PENGETRAPAN INOVASI
Anggaran yang diperlukan dalam mewujudkan Inovasi ini memang cukup besar bagi para petani, namun apabila dilihat dari perbandingan pendapatan yang akan diterima tentunya investasi kegiatan ini sangat menjanjikan kedepannya. Diluar penyediaan lahan pertanian total biaya yang diperlukan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
TABEL III
BIAYA PENGELOLAAN OPTIMALISASI LAHAN PERTANIAN
| No | Uraian | Jumlah | Biaya/unit | Total Biaya |
| 1 | Pembuatan Kolam | 3 Petak | Rp 4.000.000/petak | Rp 12.000.000 |
| 2 | Pembuatan Gudang | 1 Unit | Rp 10.000.000 | Rp 10.000.000 |
| 3 | Kandang Sapi | 1 unit | Rp 5.000.000 | Rp 5.000.000 |
| 4 | Peralatan | 1 Paket | Rp 2.000.000 | Rp 2.000.000 |
| 5 | Indukan Sapi | 2 Ekor | Rp 12.000.000/Ekor | Rp 24.000.000 |
| 6 | Bibit Itik dan Pakan | 200 Ekor | Rp 30.000/Ekor | Rp 6.000.000 |
| 7 | Bibit Ayam dan Pakan | 200 Ekor | Rp 35.000/Ekor | Rp 7.000.000 |
| 8 | Bibit Ikan dan Pakan | 8.000 Ekor | Rp 8.000/Ekor | Rp 64.000.000 |
| 9 | Bibit sayuran | 1 paket | Rp 500.000 | Rp 500.000 |
| Jumlah Kebutuhan Permodalan | Rp 130.500.000 | |||
- KENDALA DAN SOLUSI
Setiap kegiatan usaha tentunya aka nada kendala yang akan dihadapi, untuk itu kita harus mengetahui kendala-kendala yang dihadapi serta solusi yang dapat dipergunakan untuk mengatasinya.
- Kendala
Kendala yang dihadapi penulis pada waktu pengetrapan inovasi ini adalah sebagai berikut:
- Modal
ini merupakan kendala terbesar bagi para petani di pedesaan, biaanya mereka kurang adanya informasi terkait pinjaman murah dan tidak memiliki jaminan yang memadai serta rata-rata petani kita mempunyai ketakutan yang besar terhadap investasi yang padat modal.
- Gagal Panen
Gagal panen ini banyak penyebabnya seperti wabah penyakit, pemborosan pakan, keamanan, jatuhnya harga, melonjaknya harga pakan dan faktor non teknis lainnya.
- Pangsa Pasar
Bagi para pemula biasanya terkendala pada pemasaran hasil produksinya Ketika mereka panen pada sekala yang cukup besar. Hal ii diakibatkan pada panen yang bersamaan, minimnya informasi pasar dan ketergantungan hanya pada satu tengkulak sehingga harga dikendalikan oleh tengkulak.
- Solusi
Tentunya tidak ada permasalahan tanpa ada solusinya, selama ujicoba dua tahun penulispun mengalami beberapa kendala di atas sehingga dengan pengalam serta terus belajar dapat menemukan solusi sebagai berikut:
- Modal
Untuk menghadapi kendala permodalan pada waktu itu penulis memanfaatkan Lembaga-lembaga keuangan yang ada seperti Kridit Usaha Rakyat dari perbakan dan Lembaga Koperasi yang banyak tersebar di Sumatera Selatan. Melalui Dinas Perikanan saat ini juga memberikan kridit LPUMK kusus utuk petani atau kelompok peternak Ikan dengan suku bunga yang relative murah mencapai 3% setahun.
- Gagal Panen
Untuk mengantisipasi ini tentunya petani harus banyak belajar dan mendapatkan penyuluhan dari dinas-dinas yang membidangi seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan perikan , Dinas Koperasi dan UKM atau Lembaga swasta lainya. Selain itu perlu adanya pembuatan pakan alternatif dalam mengantisipasi lonjakan harga pakan. Dari segi keamanan perlu juga dipasang CCTV untu memantau kondisi kolam dan usaha lainnya.
- Pangsa Pasar
Sebagai usaha mendapatkan pangsa pasar yang layak para petani perlu membentuk komunitas atau kelompok usaha sehingga dengan komunitas tersebut petani akan mendapatkan informasi pasar setiap saat sehingga pemasaran tidak terantung pada pasar lokal saja. Selain itu dengan adanya kelompok usaha ini seperti Podakan akan lebih mudah bagi dinas terkait dalam memberikan penyuluhan.
- KESIMPULAN DAN SARAN
Setelah mengulas uraian di atas maka penulis dapat memberikan kesimpulan dan saran terhadap kegiatan Optimalisasi Lahan Pertanian Menuju SUMSEL Mandiri Pangan.
- Kesimpulan
Dengan adanya Optimalisasi Lahan Pertanian ini sangat membantu pemerintah dalam menyiapkan ketersediaan pangan bagi masyarakatnya, selain dari pada itu kegiatan ini akan menjadi inspirasi masyarakat dalam meningkatkan pendapatannya melalui keterbatasan lahan yang dimilikinya, mengingat saat ini semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk dan semakin sempitnya lahan pertanian, sehingga Masyarakat petani perlu dipacu dalam pengeloaan lahannya secara cerdas untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
- Saran
Banyak hal yang dapat dilakukan Masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan, melalui bidang pertanian ini maka penulis memberikan saran dari artikel ini sebagai berikut:
- Mengingat semakin sempitnya lahan dan meningkatnya jumlah penduduk perlu adanya sosialisasi dan pelatihan bagi para petani terkait pengelolaan lahan yang lebih efektif dan efisien sehingga mampu memberikan hasil yang optimal.
Demikian ulasan tentang Literasi Optimalisasi Lahan Pertanian Menuju SUMSEL Mandiri Pangan semoga dapat menjadi contoh dan motivasi para petani dalam meningkatkan pendapatan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera Selatan khususnya dan wilayah Indonesia pada umumnya.
Martapura, 20 September 2023
| Penyusun
Didik Riyadi, SE
|









