Permintaan yang terus meningkat membuat para petani semakin bersemangat untuk memperluas lahan tanam.
Pemerintah desa turut memberikan dukungan berupa bantuan pupuk bersubsidi serta pelatihan pengelolaan pertanian berkelanjutan. Dengan adanya sinergi antara petani, pemerintah desa, dan mahasiswa KKN, diharapkan UMKM semangka dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Margodadi.
Salah satu mahasiswa KKN, Rani, mengaku bangga bisa ikut terjun langsung ke lapangan. “Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat bagaimana masyarakat bekerja sama dan bergotong royong. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” tuturnya.
Ke depan, kelompok tani berencana mengembangkan produk olahan semangka seperti jus, sirup, hingga keripik semangka kering. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperluas peluang pasar.












