“Kemudian emosi dapat mempengaruhi iklim psikologis lingkungan. Tingkah laku yang sama dan ditampilkan secara berulang dapat menjadi satu kebiasaan. Dan ketegangan emosi yang dimiliki anak dapat menghambat aktivitas motorik dan mental anak,” sebutnya.
Faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi anak ada beberapa macam, salah satunya adalah factor keadaan anak itu sendiri.
Dimana lanjut Prof. Saipul, keadaan individual pada anak, misalnya cacat tubuh ataupun kekurangan pada diri anak akan sangat mempenaruhi perkembangan emosional, bahkan akan berdampak lebih jauh pada kepribadian anak.
“Misalnya saja rendah diri, mudah tersinggung, atau menarik diri dari lingkungan, dan hal ini harus disikapi oleh orang-orang terdekatnya,” jelas Prof. Saipul.
Untuk itulah, peran guru dalam menciptakan lingkungan mendukung kecerdasan emosional anak sangat dibutuhkan.












