ESAI

Sukaraja: Suka Duka Ramai Bekerja

×

Sukaraja: Suka Duka Ramai Bekerja

Sebarkan artikel ini
Desa Sukaraja Kecamatan Buay Madang, OKU Timur kini berkembang pesat sejalan dengan kolaborasi sosial, budaya, dan spiritual antara masyarakat lokal Komering dan pendatang Jawa. Foto: Dok/ DMS. Harby.
Perkembangan YPPNH Sukaraja menjadi kebanggaan tersendiri dalam mendorong peningkatan kualiats pendidikan di OKU Timur.Foto: ist/dok Dedi

Mengiringi bulan September atau momentum 45 Tahun Harlah PPNH Sukaraja. Esai seorang mahasiswa sangat baru ini membuka perkuliahan Pengantar Ilmu Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Nurul Huda (Unuha).

Dapat dipahami bahwa pembangunan Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, merupakan hasil dari proses panjang kolaborasi sosial, budaya, dan spiritual antara masyarakat lokal Komering dan pendatang Jawa.

Esai “Pembangunan Desa Sukaraja” ini menghadirkan gambaran yang utuh mengenai bagaimana interaksi antaretnis di kawasan pesisir Komering menghasilkan perubahan signifikan dalam struktur sosial dan tata ruang desa.

Melalui kerja bersama yang berlandaskan nilai gotong royong dan kesadaran kolektif, Desa Sukaraja berhasil tumbuh menjadi representasi peradaban lokal yang berkarakter, terbuka, dan berdaya saing. Menjadi potret lokomotif transformatif sepanjang kawasan dari danau Ranau hingga sungai Musi sebagai mudik dan muara bagi sungai Komering.

Dalam konteks sosial-budaya, nama Sukaraja memiliki makna filosofis yang mendalam. Menurut Keria Muhammad Daud, Sukaraja berarti “suka duka ramai bekerja”. Ungkapan ini bukan sekadar semboyan seremonial, melainkan representasi dari etos kerja masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif.

Prinsip ini menegaskan bahwa setiap kemajuan yang dicapai bukanlah hasil kerja individu semata, melainkan buah dari sinergi dan semangat gotong royong seluruh warga. Nilai-nilai tersebut menjadi roh dari berbagai aktivitas sosial, budaya, ekonomi, hingga spiritual yang menggerakkan denyut kehidupan masyarakat Sukaraja.

Esai “Pembangunan Desa Sukaraja” ini sesungguhnya mengetengahkan benang merah gagasan bahwa kemajuan Desa Sukaraja bukan berpatokan pada pembangunan fisik atau aspek ekonomi. Tetapi, berakar kuat pada penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan berbasis nilai-nilai sosial keagamaan.