IDE PUBLIK

Melacak Akar Masalah Minimnya Pendaftar SDN di Kota Palembang

×

Melacak Akar Masalah Minimnya Pendaftar SDN di Kota Palembang

Sebarkan artikel ini
Dr. Afriantoni, M.Pd.
Dr. Afriantoni, M.Pd.

Oleh:
Dr. Afriantoni, M.Pd. (Penulis dan Pemerhati Pendidikan)

FENOMENA pendaftar di SD Negeri 137 Palembang pada tahun ajaran 2025/2026 — dengan hanya empat siswa yang mendaftar dari total kuota 84 — bukan sekadar permasalahan teknis administratif (Sumber: detik.com & sumateraekpres.bacakoran.co, 21 Juni 2025).

Situasi ini mencerminkan adanya krisis yang lebih mendalam dalam distribusi populasi siswa di wilayah perkotaan, perubahan preferensi orang tua terhadap pilihan sekolah, serta lemahnya strategi promosi dan pengelolaan sekolah negeri di tengah dinamika masyarakat urban.

Dalam konteks kota besar seperti Palembang, sekolah yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan sosial dan kebutuhan masyarakat akan semakin ditinggalkan.

Masalah ini perlu dipahami secara menyeluruh, bukan hanya sebagai perubahan arah kebijakan di tingkat satuan pendidikan, tetapi sebagai indikasi adanya tantangan struktural dalam sistem pendidikan lokal.

Ketimpangan dalam distribusi sekolah dan siswa, kurangnya daya tarik sekolah negeri dibandingkan dengan alternatif lain seperti sekolah swasta atau berbasis keagamaan, serta absennya narasi positif yang dibangun oleh sekolah terhadap publik, menjadi faktor yang saling terkait.

Oleh karena itu, evaluasi terhadap pendekatan yang digunakan saat ini menjadi sangat penting untuk menghindari penurunan lebih lanjut dalam kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri.

Lebih dari itu, fenomena ini harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk melakukan reformulasi kebijakan pendidikan, khususnya dalam konteks urban.

Diperlukan pendekatan baru yang lebih adaptif dan partisipatif, termasuk revitalisasi citra sekolah negeri, peningkatan kualitas layanan pendidikan, serta kolaborasi erat dengan komunitas lokal.

Dengan cara ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat kehidupan sosial masyarakat yang mampu menjawab kebutuhan dan aspirasi warga di sekitarnya.

Daya Tarik Sekolah

Meski berada di kawasan padat penduduk, SDN 137 kalah bersaing dengan sekolah lain, baik negeri maupun swasta. Ini menunjukkan bahwa lokasi tidak lagi menjadi penentu utama pilihan orang tua.

Saat ini, masyarakat lebih mempertimbangkan mutu, citra, dan inovasi pembelajaran.

Sekolah-sekolah yang stagnan, tidak memiliki program unggulan, atau kurang berinteraksi dengan komunitas sekitar, akan dengan mudah tergeser.

Ketika sekolah swasta menawarkan pendekatan tematik, digitalisasi, dan program karakter, sekolah negeri yang terlalu administratif akan ditinggalkan.

Untuk menghadapi tantangan minimnya pendaftar di sekolah-sekolah negeri seperti SDN 137 Palembang, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah penguatan identitas sekolah.

Setiap sekolah memiliki potensi dan keunikan yang bisa dikembangkan sebagai daya tarik-entah itu dalam bentuk pendekatan pembelajaran khas, program ekstrakurikuler unggulan, atau keterlibatan aktif dalam kegiatan lingkungan.