OPINI

Di Balik Video yang Terpotong: Saat Konteks Menghilang

×

Di Balik Video yang Terpotong: Saat Konteks Menghilang

Sebarkan artikel ini
Zulkifli Akhmad
Zulkifli Akhmad

Oleh: Zulkifli Akhmad
(Dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo)

INDONESIA termasuk salah satu negara dengan tingkat penggunaan smartphone tertinggi di dunia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari enam jam per hari menatap layar ponsel. Bahkan, orang dewasa dapat mengecek ponsel hingga ratusan kali dalam sehari.

Sebagian besar waktu itu dihabiskan untuk membuka media sosial dan aplikasi belanja daring.

Di tengah arus tersebut, video pendek menjadi konsumsi utama. Survei menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen pengguna internet di Indonesia menyukai video berdurasi singkat, dengan frekuensi konsumsi hampir setiap hari.

Fenomena ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat konsumsi video pendek tertinggi di dunia.
Namun, di balik kemudahan dan kecepatan akses itu, muncul satu pertanyaan penting, apakah kita benar-benar memahami apa yang kita tonton?

Video pendek memang praktis dan menghibur. Tetapi, durasinya yang singkat sering kali tidak mampu menghadirkan konteks secara utuh.

Akibatnya, potongan video dapat dengan mudah membentuk persepsi yang keliru. Satu kalimat yang dipotong dari percakapan panjang bisa mengubah makna secara drastis.