IDE PUBLIK

Fungsi TNI & Polri

×

Fungsi TNI & Polri

Sebarkan artikel ini
uu tni
Ilustrasi. Foto: net/ist

Mereka ini juga ada yang terus berada di garis pengabdiannya dengan berdinas aktif sebagai tentara atau polisi. Memimpin satuan tentara atau polisi. Setelah kemerdekaan Republik ini, Negara pun mengembangkan mandat penugasan mereka.

Mereka pun memimpin satuan wilayah sipil. Baik sebagai bupati, gubernur dan menteri. Meskipun urusan mereka adalah urusan Negara, tapi sirkel inti mereka tetap sirkel awalnya yang komunitas ulama. Atau, kata lainnya, ulama atau setidaknya murid ulama yang berbaju tentara atau polisi.

Nah, di sini masalah bertambah. Sebab, sirkel tentara dan polisi kini sudah sangat jarang yang adalah komunitas ulama. Bahkan, teman ngopi mereka ini kini justru komunitas mafia yang melawan norma agama dan juga hukum. Banyak yang bisa disebut contoh. Kasus Sambo, Kasus Teddy Minahasa, kasus oknum TNI AL tembak bos rental mobil, 4000 prajurit TNI terlibat judi online serta kasus oknum Kapolres Ngada.

Yang terbaru, adalah kasus oknum TNI yang menembak mati 3 orang aparat Polri di Kampung Karang Manik Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung. Kebetulan tidak jauh dari tempat tinggalku. Menurut Google Maps, hanya berjarak 59 km atau 1 jam 30 menit. Kasus ini terkait sabung ayam diduga milik oknum TNI yang kemudian terduga pula sebagai pelaku penembakan ketiga aparat Polri tersebut.

Kasus ini, mau tidak mau, mengajakku membuka memori tentang kasus pembakaran Mapolres OKU oleh oknum TNI lebih dari sepuluh tahun lalu. Pada bulan Maret juga. Persisnya 07/08 Maret 2013. Pembakaran markas Polri oleh oknum TNI ini dipicu oleh persoalan kontak fisik dari oknum keduanya yang juga memunculkan aksi baku tembak antar mereka. Hanya, kali ini yang mulai menembak justru oknum polisi.

Secara otomatis saja kubuka memori kejadian 12 tahun lalu ini. Sebab kejadian Maret 2013 itu dengan kejadian Maret 2025 ini, memiliki benang merah yang sama. Yaitu beredar informasi di masyarakat bahwa TNI dan Polri sama-sama buka lapak atau rebutan lapak hingga berujung aksi baku tembak. Ditambah lagi korban kedua kejadian baku tembak TNI dan Polri ini berada di OKU Timur, tempat tinggalku.

Mungkin memang hanya kebetulan saja para korban kedua kejadian kontak senjata TNI dan Polri ini berada di OKU Timur. Akan tetapi, yang paling penting untuk divalidasi adalah hendaknya tidak ada lagi oknum TNI dan Polri yang malah justru jadi owner usaha perjudian sabung ayam dan sejenisnya itu.