PENDIDIKAN

Kontroversi Meninggalkan HP dalam Pembelajaran di Sekolah

×

Kontroversi Meninggalkan HP dalam Pembelajaran di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Dr. Afriantoni, M.Pd, Dosen Magister MPI FITK UIN Raden Fatah 
Dr. Afriantoni, M.Pd, Dosen Magister MPI FITK UIN Raden Fatah 

Kontroversi Meninggalkan HP dalam Pembelajaran di Sekolah

Afriantoni 

Doktor dan Tenaga Pengajar Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

UIN Raden Fatah Palembang

Di era digital ini, handphone (HP) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan untuk menerapkan kebijakan di sekolah-sekolah di wilayahnya yang mengharuskan siswa belajar dengan buku dan meninggalkan penggunaan HP. Ide ini muncul dengan tujuan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran yang lebih fokus dan menghindari gangguan dari perangkat elektronik. Tentu saja, ini adalah langkah yang kontroversial, tetapi jika ditinjau dari berbagai sisi, kebijakan ini berpotensi mendatangkan banyak manfaat.

Manfaat Meninggalkan Handphone

Pertama, belajar dengan buku memberi kesempatan bagi siswa untuk lebih mendalami materi pelajaran. Buku memberikan informasi yang lengkap, terstruktur, dan memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi untuk dipahami. Berbeda dengan informasi di HP yang sering kali terpotong dan cenderung mudah mengalihkan perhatian, buku memaksa siswa untuk lebih fokus pada pembelajaran. Siswa akan lebih terbiasa mengingat dan menganalisis informasi yang mereka baca dalam buku karena tanpa gangguan notifikasi atau media sosial.